17/02/2013

Calypso

They send a person who can never stay. Who can never accept my offer of companionship for more than a little while. They send me a hero I can't help... just the sort of person I can't help falling in love with.--Calypso


Jadi hari ini gue abis baca novelnya Rick Riordan, Percy Jackson & the Olympians: The Battle of the Labyrinth. (Telat banget, kan. Baru baca sekarang-__-) Disitu diceritain waktu Percy terdampar di Ogygia, tempat Calypso dipenjara. Well mungkin nggak dipenjara juga kali, ya? Soalnya disana dideskripsiin tempatnya lumayan bagus, mungkin 'diasingkan' lebih tepatnya ya?
Sebenernya gue udah suka sama Calypso dari SMP kelas 8 kalau ngga salah, suka namanya deh. Tapi waktu itu belum tau mitologinya. Calypso itu apa, siapa, atau kenapa. Nah, sekarang saatnya research kecil-kecilan tentang Calypso. Ahaha.




Kalau menurut Perseus Jackson, beginilah Calypso:

Dia punya mata berbentuk buah badam dan kepangan rambut sewarna karamel di atas salah satu bahu. Umurnya ... lima belas? Enam belas? Sulit ditebak. Dia punya wajah yang tampaknya tidak lekang dimakan usia. Dia mulai menyanyi, dan rasa nyeriku menghilang. DIa sedang melakukan sihir. Aku bisa merasakan musiknya terbenam ke dalam kulitku, menyembuhkan dan memperbaiki luka bakarku. --halaman 255.

Dia mengenakan gaun Yunani tanpa lengan dengan garis leher melingkar yang dihiasi emas di tepiannya. --halaman 257

Dia imut waktu tertawa. --halaman 260

Rambutnya berbau sepeerti kayu manis. Dia sangat kuat, atau mungkin aku betul-betul lemas dan kurus.--halaman 261

Seberapa pun menakjubkannya bintang-bintang, Calypso dua kali lipat lebih memukau. Maksudku, aku pernah melihat sang dewi cinta sendiri, Aphrodite, dan aku tak akan mengucapkan ini keras-keras karena dia pasti akan menghancurkanku dari abu, tapi menurut pendapatku, Calypso jauh lebih cantik karena dia tampak begitu wajar, karena sepertinya dia tak berusaha jadi cantik dan bahkan tak peduli soal itu. Sepertinya dia daru dulu sudah cantik. Dengan rambut dikepang dan gaun putihnya, dia seakan berbinar diterpa sinar bulan.--halaman 261-262


Jadi, ada apa dengan Calypso?

Calypso itu anak seorang Titan, Atlas. Tau, kan? Itu loh yang manggul langit. Ada kok iklannya di tv, kalau ngga salah iklan balsem apa koyo gitu haha. Jadi waktu itu kan bangsa Titan dan Dewa perang, Calypso ada di sisi ayahnya. Ketika para Dewa menang, atlas di hukum oleh Zeus. "Atlas was punished with having to bear the sky on his shoulders" (Hesiod, Theogony, 519). Calypso juga ikut dihukum, deh. Dia tinggal di Ogygia, nggak bisa kemana-mana, sendirian. Yah, sampai seorang pahlawan terdampar di pulau itu. Tapi nggak lama kemudian, Calypso sendirian lagi.

Kira-kira setiap seribu tahun, mereka membiarkan seorang pahlawan terdampar ke pantaiku, seseorang yang memerlukan pertolonganku. Aku merawatnya dan berteman dengannya, tapi yang mereka kirim tak pernah acak. Para Moirae yang mengendalikan Takdir memastikan bahwa jenis pahlawan yang mereka kirimkan... Mereka mengirimiku orang yang takkan pernah bisa tinggal. Yang takkan pernah bisa menerima tawaranku untuk menjadi pendampingnya lebih daripada sebentar saja. Mereka mengirimiku pahlawan yang mau tidak mau ... jenis orang yang mau tidak mau pasti akan kucintai.--halaman 274

:(

Coba bayangkan gimana rasanya.... Belum juga move on, udah ada lagi yang bikin sakit hati.. -____-

Tapi Calypso yang di Pirates of the Caribbean beda lagi loh, pacarnya Davy Jones itu, yang peramal gitu, kan?

Yah, sebenernya nggak ngerti juga sih kenapa bisa beda-beda gitu, tapi yaudah deh.

Semangat ya, Calypso!! :)

No comments:

Post a Comment